Strategi Pembelajaran
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Pada kesempatan kali ini admin mau berbagi info tentang strategi pembelajaran nih, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua yaa...
Dalam menjalankan proses pembelajaran dibutuhkan sebuah strategi yang tepat agar pembelajaran dapat berjalan terarah dan menarik. Strategi merupakan suatu pola yang direncanakan dan ditentukan dengan sengaja untuk melakukan kegiatan maupun tindakan. Strategi ini mencakup tujuan kegiatan, jumlah orang yang terlibat, isi, proses, dan sarana penunjang kegiatan.
Seorang pendidik perlu mengidentifikasi semua yang berhubungan dengan proses pembelajaran yang dilakukannya, termasuk para siswanya dan juga kondisi yang terjadi di dalam kelas. Untuk dapat menentukan strategi pembelajaran yang tepat seorang pendidik harus mengetahui terlebih dahulu siapa yang akan menjadi siswanya, bagaimana tingkat kognitifnya, sejauh mana pengetahuannya, dan lain-lain. Sehingga pada saat melakukan proses pembelajaran, pembelajaran dapat berlangsung dengan efektif dan semua materi dapat ditangkap dengan baik oleh para siswanya.
Dalam sebuah strategi pembelajaran terdapat model-model pembelajaran. Berikut merupakan beberapa model pembelajaran:
1.
Model Pembelajaran Konstruktivisme
Konstruktivisme
merupakan salah satu perkembangan model pembelajaran yang mengedepankan
aktivitas peserta didik dalam setiap interaksi edukatif untuk dapat melakukan
eksplorasi dan menemukan pengetahuannya sendiri.[1]
Menurut model pembelajaran ini, keberhasilan belajar tidak hanya bergantung
pada lingkungan atau kondisi belajar, akan tetapi juga pada pengetahuan awal
siswa.[2]
Pengetahuan itu tidak dapat dipindahkan seluruhnya secara utuh dari pendidik ke
peserta didik, akan tetapi secara aktif dibangun sendiri oleh siswa melalui
pengalaman nyata.
2.
Model Contextual Teaching and Learning (CTL)
CTL merupakan
model pembelajaran yang menekankan kepada proses keterlibatan siswa secara
penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan
situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya
dalam kehidupan mereka.[3]
Dengan
penerapan CTL hasil pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi peserta didik.
Oleh karenanya proses pembelajaran harus berlangsung secara alamiah dalam
bentuk kegiatan peserta didik bekerja dan mengalami, bukan dalam bentuk
transfer pengetahuan dari guru kepada peserta didik. Strategi dan penggunaan
metode dalam pembelajaran menjadi lebih penting dibandingkan dengan hasil
pembelajaran.
3.
Model Pembelajaran Kooperatif
Model
pembelajaran ini sangat menekankan kepada keaktifan peserta didik dalam
belajar. Penerapan metode ini menekankan pada kerjasama dalam kelompok-kelompok
kecil. Biasanya kerjasama dilakukan dalam menguasai materi pelajaran yang pada
awalnya diberikan oleh guru. Dan apabila peserta didik berhasil mengerjakan
tugas yang diberikan guru, sebaiknya kelompok yang berhasil tersebut diberikan
penghargaan sehingga lebih termotivasi lagi mengerjakan tugas lainnya.[4]
4.
Model Pembelajaran Inquiry
Model
pembelajaran inquiry ini dapat melatih siswa untuk belajar bagaimana menemukan
sendiri pemecahan masalah yang sedang dihadapi dan pemahaman materi
pembelajaran dari pengalama yang ditemukan melalui proses inquiry.[5] Inquiry
sendiri merupakan suatu rangkaian kegiatan pembelajaran yang melibatkan secara
maksimal seluruh kemampuan peserta didik untuk mencari dan menyelidiki secara
sistematis dan logis sehingga mereka dapat menemukan sendiri pengetahuan, sikap
dan keterampilan sebagai wujud adanya perubahan perilaku.
5.
Model Pembelajaran Tematik
Pembelajaran
tematik merupakan pembelajaran yang didasarkan dari sebuah tema yang digunakan
untuk mengaitkan beberapa konsep mata pelajaran, sehingga anak akan lebih mudah
memahami sebuah konsep, karena hanya berdasarkan dari satu tema untuk beberapa
pelajara yang diajarkan.[6]
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
[1] Nurhasnawati, “Model-Model Pembelajaran Konstruktivisme”, Vol.
36, No. 2, 2011, hal. 241.
[2] Teti R. Novia dan Ersanghono K, “Penerapan Model Pembelajaran
Konstruktivisme Berbantuan Concept Map Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kimia
pada Siswa SMA”, Junal Inovasi Pendidikan Kimia, Vol. 7, No. 1, 2013, hal.
1094.
[3] Sanjaya, Strategi Pembelajaran, (Jakarta: Kencana Prenada Media
Group, 2006), hal. 109.
[4] Haidir dan Salim Op.Cit. hal. 125.
[5] Dianti Asmayani, “Model Pembelajaran Inquiry dan Hasil Belajar
Siswa pada Mata Pelajaran Aqidah Akhlak Kelas VII MTs Negeri Tebing Tinggi
Empat Lawang”, Jurnal Ta’dib, Vol. 14, No.1, Juni 2014, hal. 46-47.
[6] Hermin Tri Wahyuni, dkk, “Implementasi Pembelajaran Tematik Kelas 1
SD”, Jurnal Edcomtech, Vol.1, No.2, Oktober 2016, hal. 129.

Komentar
Posting Komentar